Mencium Hajar Aswad, adalah keinginan hampir semua jemaah haji/umroh seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak cara yang dilakukan para jemaah tersebut, ada yang dengan cara halal dan cara haram. Kalau cara haram, dengan membayar joki yang ada di sekitar Hajar Aswad. Cara kerja joki ini adalah beberapa orang bekerja sama menghalangi jemaah lain yang bukan kliennya untuk mencium Hajar Aswad dengan cara-cara yang menyakiti jemaah lain tersebut. Setelah kliennya berhasil mencium Hajar Aswad, akan digiring ke pinggir putaran tawaf untuk menagih uang jasanya. Besarnya kisaran 100 - 300 real, tergantung hasil nego jemaah tersebut. Cara ini haram karena untuk mengejar yang sunah, tapi menyakiti sesama muslim lainnya yang menjadi haram, akhirnya akan sia-sia.
Yang Halal dengan cara antri mulai dari dinding setelah Hijir Ismail sampai akhirnya bisa mencium Hajar Aswad. Cara ini juga tergantung dengan nasib dan kesabaran kita, karena banyak yang sudah antri, pas tiba dekat Hajar Aswad malah tertarik arus pusaran dan tidak berhasil. Saya akan memberi sedikit tips yang pernah saya lakukan dan Alhamdulillah sejak saya melakukan tips ini hanya sekali yang gagal dari lima kali saya mencoba. Saya berlindung kepada Allah dari sifat Riya atau Takabur, yang saya ceritakan hanya pengalaman untuk membantu saudara-saudaraku yang pergi haji atau umroh supaya bisa mencium Hajar Aswad, tidak ada niat untuk sombong atau riya.
Saat pertama kali saya mencoba untuk mencium Hajar Aswad adalah dengan cara antri dari lantai Ka'bah, setelah dekat malah terbawa arus menjauh dari Hajar Aswad. Sudah lebih dari 5 kali saya coba dan hasilnya selalu gagal. Akhirnya, saat bincang-bincang dengan kawan jemaah satu rombongan dan saya tanya udah berhasil cium Hajar Aswad belum, sudah katanya. Gimana caranya? setelah dijelaskan langsung saya coba dan Alhamdulillah berhasil, nah tips inilah yang akan saya jelaskan.
Dalam tawaf mengelilingi Ka'bah banyak jemaah haji kita dari Indonesia takut saat melihat pusaran dari ribuan orang yang sedang bertawaf. Saran saya ikuti arus pusaran tawaf tersebut mulai dari lingkaran terluar, setiap putaran pasti bertemu dengan pusaran kosong yang mengarah mendekati Ka'bah, nah pada saat kosong itulah kita ikut bergeser ke arah dalam. Insya Allah pada putaran ketiga atau keempat sudah merapat ke dinding Ka'bah. Untuk mencium Hajar Aswad sebaiknya kita selesaikan dulu tahapan Tawaf sebanyak tujuh putaran, setelah itu bisa masuk ke Hijir Ismail atau mencium Hajar Aswad. Tips mencium Hajar Aswad ini yaitu dimulai setelah dinding Hijir Ismail, tapi bukan melalui lantainya melainkan naik ke undakan di sekeliling Ka'bah. Ka'bah dikelilingi undakan dibawahnya, tingginya sekitar 50 cm dan agak miring sekitar 45 derajat. Undakan itu disebut Sahzarwan, kita naik ke Sahzarwan mulai dari pertengahan dinding Ka'bah yang menuju Hajar Aswad, tergantung antriannya. Naik ke Sahzarwan itu tubuh kita merapat ke dinding Ka'bah dan selama merapat dan menunggu giliran (karena banyak yang memakai cara itu) perbanyak zikir dalam hati dan hindari berbicara yang tidak perlu. Setelah dekat dengan Hajar Aswad, tangan kita memegang pinggiran Hajar Aswad yang dikelilingi perak. Sambil merapat terus dan menjulurkan kepala kita ke dalam Hajar Aswad, setelah dapat segera keluar untuk memberi kesempatan jemaah lainnya. Saya melakukan dengan cara ini dari 5 kali percobaan, hanya sekali yang gagal. Kenapa? karena seperti saya bilang tadi, selama antri dan merapat ke dinding Ka'bah, saya agak sok mengajari jemaah di belakang saya yang berasal dari Bandung dan mengomentari para joki Hajar Aswad yang kebanyakan dari Indonesia. Setelah tidak berhasil saya beristighfar memohon ampun, Alhamdulillah dapat lagi. Intinya selama kita bertawaf itu, tidak boleh berbicara atau ngobrol selain berzikir dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Mudah-mudahan bisa dipraktekkan oleh Saudaraku yang akan pergi haji atau umroh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar